Thursday, December 3, 2015





Mari datang ke Festival Bunga dan Buah Nusantara
Bersama pasangan atau keluarga
Melihat kekayaan Indonesia…

Hahaha sampai keinget terus ini OST nya Festival Bunga dan Buah Nusantara, cuma kayanya ada lirik yang aku ganti deh hahaha, baiklah maaf kan akuuuu.
Okay kita singkat aja ya biar efektif dan efisin Festival Bunga dan Buah Nusantara jadi FBBN, di tahun 2015 FBBN di selenggarakan dari hari Jum’at 27 September sampai Minggu 29 September, di sana banyak banget booth yang di buka mulai dari lembaga milik pemerintahan sampai perorangan, karna temanya revolusi orange jadi yang di pamerin ya isinya bunga, buah atau produk hortikultura dan makanan yang tidak bisa di pungkiri.
Kalau booth yang ngejual makanan atau produk hortikultura pasti nyedian tester dan itu yang paling di cari biasanya ehehehe, berhubung aku sama temen-temen dari Agroekoteknologi buka booth di FBBN dan kebetulan deket sama booth Dinas Pertanian Tanaman Pangan Prov. Jawa Barat dan karena aku dari Jawa Barat juga jadi ya sering dah main di ke sana sampe makanin buah-buahan yang ada di booth mereka padahal itu bermaksud cuma untuk display, biasalah gara-gara satu daerah padahal pas ngobrol aku berfikir keras soalnya pake bahasa sunda yang luar biasa halusnya maklum lah jarang ngomong pake bahasa sunda aku.
Prov. Jawa Barat buka dua booth yang satu tanaman pangan yang satu lagi tanaman hias, tapi sih aku lebih suka nongkrong di booth tanaman pangan soalnya banyak makanan hehehe, di booth itu ada buah alpukat, belimbing, durian, mangga gedong gincu, pisang, pepaya, manggis, rambutan, stroberi, jeruk keprok, salak, sama sawo luar biasa mantap bukan untuk pasokan buah selama tiga hari di FBBN.
Untuk di Prov. Jawa Barat sendiri permintaan buah yang paling tinggi ada di komoditi buah manggis, si ratu para buah-buahan ini emang masih jadi primadona dan permintaan bukan cuma dari dalam negeri tapi juga dari luar negeri.
Buah manggis termasuk ke tanaman yang memiliki sifat apomiksis, dimana siklus perkembangbiakan secara aseksual dimana bahan pembiakan biji tetapi embrio terbentuk tanpa meiosis dan fertilisasi, jadi manggis bisa bisa berbuah atau mempunyai keturunan tanpa adanya perkawinan gamet jantan dan gamet betina.
Terdapat beberapa hipotesis tentang penyebab getah kuning (gamboge disorder) pada buah manggis seperti oleh hama dan penyakit, kondisi lingkungan (tanah dan iklim), serta faktor genetik. Sejak tahun 2003 Balitbu Tropika telah melakukan penelitian tentang gamboge disorder ini melalui beberapa pendekatan berdasarkan hipotesis tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa getah kuning pada buah manggis dibedakan atas getah kuning pada kulit buah (eksokarp) dan getah kuning di dalam buah (endokarp). Tidak terdapat korelasi antara getah kuning didalam buah dan pada kulit buah.

Pengujian menggunakan postulat Koch dan pembungkusan buah dengan kantong plastik menunjukkan bahwa getah kuning didalam buah bukan disebabkan oleh hama dan penyakit. Analisis sidik lintas menunjukkan bahwa kelembaban udara (RH) secara langsung merupakan faktor yang sangat menentukan keluarnya getah kuning di dalam buah manggis. Pengaruh langsung curah hujan juga cukup dominan terhadap keluarnya getah kuning di dalam buah. Hari hujan secara langsung tidak berpengaruh, tetapi efek tak langsungnya melalui curah hujan dan RH sangat berpengaruh dalam meningkatkan getah kuning di dalam buah. Untuk hara unsur Ca tanah berpengaruh cukup besar dalam menekan getah kuning di dalam buah dengan pengaruh langsung negatif terbesar (- 0.97548) disusul oleh Mn tanah (-0.94661), P tanah (-0.8611), K tanah (-0.49545), pH tanah (-0.15155). Upaya pengendalian getah kuning melalui aplikasi pupuk sebagai perlakuan secara terpisah tidak berpengaruh terhadap persentase getah kuning pada kulit buah dan didalam buah, tetapi interaksi antara pengairan dan pemupukan dapat menurunkan persentase getah kuning di dalam buah. Aplikasi N,P,K, and Ca yang dikombinasikan dengan Mg secara nyata meningkatkan persentase buah yang bebas getah kuning. Penelitian awal melalui pendekatan faktor genetik menggunakan SCAR (Sequence Characterized Amplified Region) marker menunjukkan bahwa terdapat perbedaan genetik antara individu tanaman dengan persentase getah kuning tinggi dengan yang tidak bergetah kuning.
Yap itulah sedikit tentang si ratu buah yang tidak lain adalah buah manggis dan gangguannya yaitu getah kuning. Terimakasih juga buat Bapak Gian yang udah sabar jawab pertanyaan aku dan juga udah ngasih buah banyak banget yang bisa aku, jadi untuk mengenang jasa nya Pak Gian sekalian saya narsis juga sih aku pasang photo kita berdua pas di booth Tanaman Pangan Prov. Jawa Barat. Hatur nuhun kasadaya, semoga berguna ya teman...



Wednesday, November 11, 2015

Darmaga Tani

Dramaga Tani salah satu toko yang menjual kebutuhan dan peralatan untuk pertanian bukan hanya peralatan penunjang pertanian tapi juga benih dan pupuk dari sekala kecil untuk hobi sampai sekala besar untuk kebutuhan budidaya, toko ini sudah lama dirintis tapi penggunaan nama Dramga Tani itu sendiri di resmikan tahun 2002 atau bisa dibilang Dramaga Tani secara resmi berdiri sejak tahun 2002. Tujuan utama dari di dirikaannya toko ini untuk memenuhi kebutuhan benih dari mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan toko yang tidak terlalu jauh dari kampus IPB yang terletak di daerah Dramaga ini di maksudkan untuk mempermudah para mahasiswa mendapatkan kebutuhan benih dan alat penunjang pertanian lainnya yang mereka butuhkan, toko ini sedindiri merupakan gagasan dari dosen yang mengajar di IPB khususnya di bagian Ilmu dan Teknologi Benih serta Pemuliaan Tanaman.

Seiring berjalannya waktu, Dramaga Tani yang mulanya hanya menyediakan kebutuhan benih dan peralatan pertanian untuk mahasiswa mulai menjual benih dan peralatan pertanian kepada masyarakat umum karena adanya permintaan, karena makin banyak permintaan dari konsumen akhirnya Dramga Tani memutuskan untuk memperkerjakan orang lain untuk mengurus dan menjalankan toko tersebut. Bapak Edwin salah satu pekerja mengatakan bahwa ia sudah bekerja semenjak tahun 2005 di toko tersebut dan mengatakan bahwa makin banyak konsumen yang berasal bukan hanya dari mahasiswa, sekitar 70% konsumen masih mahasiswa entah itu dari IPB ataupun dari kampus pertanian sekitar, 20% konsumen lainnya adalah petani, dan 10% sisanya merupakan masyarakat yang menjadikan kegiatan bercocok tanam ini menjadi hobi belaka.
Dramaga Tani menjual benih dengan sistem konsinyasi dimana peodusen menitipkan benih pada toko tersebut lalu saat benih itu terjual maka produsen mendapat hasil penjualannya tetapi jika tidak terjual maka benih yang tersisa akan di kembalikan dan di tarik oleh produsen. Ada pun komoditi yang di sediakan oleh toko tersenut adalah beberapa macam palawija dan hortikultura, tanaman hias, serta benih tanaman kehutanan. Khusus untuk tanaman kehutanan ini dilihat dari masa dormannya, salah satu benih tanaman kehutanan yang di sediakan oleh toko tersebut adalah sengon.
Jika anda datang ke toko ini anda akan melihat berbagai benih yang di simpan di dalam display kaca, selain ada benih yang di simpan di display kaca untuk kebutuhan pemasaran juga ada yang di simpan di ruangan yang memiliki pendingin ruangan untuk mempertahan viabilitas benih itu sendiri, menurut Pak Edwin benih yang di simpan di dalam display tidak akan rusak selama kemasan benih masih tersegel dengan rapat dan rapih.
Dramaga Tani memenuhi permintaan konsumen untuk benih dengan cara menjual benih dari perusahaan- perusahaan besar yang sudah tersertifikasi benihnya, tetapi selain itu toko tersebut ini juga menjual benih yang belum tersertifikasi tetapi sudah terdaftar di Kementrian Pertanian, toko tersebut juga menujual benih curah yang di titipkan dari petani sekitar yang tidak tersertifikasi juga tidak terdaftar dengan harga yang jauh lebih murah tetapi benih curah ini tidak bisa dipastikan berapa persen viabilitas benih tersebut. 
Pak Edwin selalu memberi semua informasi yang di butuhkan untuk konsumennya seperti masa kadaluarsa dan viabilitas benih, tetapi untuk benih yang berasal dari perusahaan besar Pak Edwin mengaku bahwa ia tidak terlalu risau karena setiap sebulan sebelum benih kadaluarsa salsatu pegawai dari perusahaan tersebut datang dan menarik semua benih yang akan memasuki tanggal kadaluarsa dan memperbaharui semua benih tersebut. Selain itu juga Dramaga Tani juga memproduksi beninya nya sendiri yaitu jagung hasil dari kerja sama Dramaga Tani dengan departemen Agronomi IPB.
Secara berkala Pak Edwin mengaku sering datang ke seminar yang di adakan oleh IPB untuk menambah informasi yang ia butuhkan untuk membantu konsumennya yang masih pemula dalam bercocok tanam dan tidak mengetahui apa yang pertama kali untuk dilakukan, selain member informasi yang di buthkan Dramaga Tani juga menyediakan klinik tanaman untuk konsultasi serta menyediakan konsultasi secara intens dengan biaya yang sudah terlampir sesuai keinginan dari konsumen.
Hampir 10 tahun Pak Edwin bekerja di toko tersebut dan menyampaikan bahwa produsen benih yang paling banyak di cari dan di minati adalah East West Panah Merah, sedangkan komoditi tanaman yang paling banyak di jual adalah jagung, biasanya benih jagung banyak di cari oleh petani untuk kebutuhan budidaya, lalu yang paling banyak setelah benih jagung ada beragam benih dari komoditi tanaman hortikultura.
Pak Edwin mengatakan bahwa akhir- akhir ini permintaan benih dari petani mulai menurun karena adanya degradasi lahan yang menjadikan lahan pertanian beralih fungsi, lalu banyak petani yang memilih pasar tradisional untuk menjual benih nya dan mencari benih semurah yang mereka dapatkan walaupun belum tersertifikasi. Konsumen yang datang ke toko tersebut sangatlah beragam “kalau mahasiswa yang datang gampang ngelayaninnya, kalau petani yang datang juga gampang kecuali yang baru mulai bertani skala besar agak panjang nanya nya, nah ada yang lebih panjang nanya nya yang baru mulai nanem” tutur Pak Edwin saat saya bertanya bagaimana rasanya menjadi penjual benih di toko Dramaga Tani ini.
Dramaga Tani yang mulanya bertujuan hanya untuk menyediakan benih kebutuhan dari mahasiswa kini berubah menjadi penyedian benih bagi siapa pun yang membutuhkannya, benih bisa dikatan sebuah harapan, walaupun ada kata dormansi tapi benih itu pasti akan tumbuh suatu saat, saat benih di tanam dengan perlakuan yang baik maka dia kan berkecambah dengan baik lalu tumbuh dengan subur, begitu pun dengan harapn dan mimpi kita saat kita memupuk dan tetap fokus pasti akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Bercocok tanam bukan hanya saat untuk kita mengkotori tangan kita dengan tanah tetapi itu saat kita mulai sadar bahwa dari bercocok tanam kita akan bisa mengisi perut kita dan mulai berfikir. Karena kita ada karena kita berfikir.

-Riska & Denia-
Agroekoteknologi
Universitas Trilogi


Wednesday, April 15, 2015

Photo- photo di Agrinex Expo 2015

Ini gue bareng temen-temen gue (ga semua nya photo- photo) pas di Agrinex Expo kemarin, kalau kalian mau tau gue yang mana cari aja cewek yang pake kerudung coklat gelap pake kaos putih, pake luaran kemeja coklat tua yang lengan nya di linting sampe sikut, dan pake celana jeans warna biru pake spatu sport warna biru muda (masih kurang kah deskripsi gue?)






Agrinex Expo 2015


Ceritanya nih ya kemarin Maret mahasiswa Agroekoteknologi dari Universitas Trilogi main - main ke Agrinex Expo 2015 yang ada di JCC Senayan, temanya tentang kedaulatan pangan kaya nih pemerintahan sekarang lagi mau buat Indonesia yang berdaulat pangan kedengeran keren tapi PR nya juga bakalan keren, OK kita tinggalin masalah ini karena sekarang gue cuma mau nulis tentang main-main nya gue sama temen gue di Agrinex. Let's Go Then...

Pertama yang paling gue cari kalau lagi di pameran pertanian kaya gini nih yaitu benih GRATIS secara gue mahasiswa pertanian dan gue anak ngekost (emang ada hubungannya?) gue di ajarin sama dosen Pengantar Management gue kalau ada yang gratis ngapain harus bayar (hahaha gue setuju), emang bener- bener mujur gue sama temen gue nemu stand yang ngasih benih gratis ya secara gue cewek yang ijo banget buat masalah gratisan gue gondol aja tuh semua benihnya gue dapet benih tomat dari dua varietas yang beda terus gue juga dapet benih cabe (semoga gak jadi budidaya cabe-cabean) di situ juga ada benih semangka tanpa benih tadinya udah mau gue gondol juga eh kata bapak- bapak yang jaga stand nya bilang 'Mba yang itu ga gratis' dengan berat hati gue taro lagi, ya biar ga terlalu terkesan cuma pengen benih gratis doang gue ngombrol lah sama bapak- bapak nya sumpeh dia lebih canggih daripada gue, gue mahasiswa pertanian semester dua yang ngebet pengen jadi pemulia tanaman dan pas ngobrol sama itu bapak petani wuidihhh dia lebih jago secara dia ga pernah tuh yang namanya belajar Genetika Tanaman yang jadi dasar buat pemulia tanaman tapi teknik dia lebih keren dari pada gue yang keren di sebutan doang sebagai mahasiswa pertanian tapi itu gak bikin gue minder, kenapa? gue punya semangat juang yang tinggi jadi gue mau bisa lebih keren lagi nanti wuahahahaha. Singkatnya nih ya gue ngobrol semangat pemulia di stand itu, abis dari stand itu gue ke stand yang isinya tentang Hydroponik soalnya di rumah gue lagi bikin sistem Hydroponik skala kecil tapi sedihnya tanemannya cepet banget layu karena mereka kaget banget yang tadinya di tanah jadi ke air berasa dari gurun ke kutub nah ngobrol lah gue sama yang jaga stand nya (mas- mas nya ganteng hihihihi) ternyata itu emang kasus biasa yang tadinya taneman di tanah jadi ke air yasudah lah ya itu emang udah takdir dari yang maha kuasa, terus mas ganteng penjaga stand nya nawarin produk yang mereka bikin buat orang- orang yang pengen nyobaik ber-Hydroponik ria di rumahnya pas gue liat sistemnya ternyata gue bisa bikin sendiri di rumah dan alat- alatnya juga gue gampang nyarinya, asik banget udah dapet ilmu baru sistem baru pula ya udah lah ya gue pamit tuh dari stand itu bilang makasih sama mas ganteng penjaga stand (jiah gatel banget kesan nya gue) dan dalem hati gue bikin yang lebih keren ah di rumah.

Gue keliling semua tuh pameran nyampe gak tau mana lagi yang belum gue datengin, emang udah takdir gue nemu stand dari Pemerintahan Tanaman Pangan Kab. Subang secara gue anak daerah yang berasal dari Kab. Subang ya gue mampir lah ke sana dan gue bersyukur gue dateng ke situ karna di situ gue kenyang di kasih camilan-camilan sama buah-buahan seger yang mantep abis, ngeliat gue seneng banget di situ temen gue pada nyamperin taulah sesama mahasiswa ga bisa ngebiarin temen nya makan gratis sendirian tapi mereka kurang beruntung karena makanan nya hampir gue abisin semuanya gue ngobrol sama penjaga-penjaga stand di situ pake bahasa daerah bahasa sunda karna gue cinta sama daerah gue ya walaupun bahasa sunda gue udah amburadul kesana- kemari tapi itu cukup ngebuat temen gue cengo gak ngerti apa-apa padahal itu cuma obrolan biasa kaya rumah dimana, kenapa bisa jadi anak rantau di Jakarta, dan hal- hal pribadi lain nya, di situ gue di tawarin buat magang atau PKL lumayan banget buat gue yang baru semester dua ini yang belom tau apa- apa udah di tawarin magang di lembaga pemerintahan pula (cinta gue sama Subang) dan komoditi pertanian nya gak cuma pangan tapi ada hortikultura nya juga dan itu komoditi udah eksport (bangga gue sama Subang) lama- lama lah gue disana sekalian numpang istirahat.

Selesai gue istirahat di stand kepunyaan Subang gue keliling lagi nyari stand perkebunan karena gue ngebet pengen kerja di perkebunan, gue nemu stand kelapa sawit, teh, kakao, dan perkebunan lain nya di Indonesia gue ngobrol bilang kalau gue pengen kerja di perkebunan eh ada yang nyeletuk gini 'Mba kerja di perkebunan nanti susah nikah loh' kan gue kaget ya ngedenger masa depan depan gue susah nikah ogah kalau gitu, syukur alhamdulillah ada yang bilang 'enggak kok mba itu cuma becandaan doang, biasa aja kan nanti jodoh mba malah yang punya perkebunan nya' cerah lah masa depan gue kalau itu beneran kejadian.

Pokonya kalau ada acara- acara beginian lagi gue harus datang karena di sini wadah ilmu banget selain gue bisa nyobain makanan gratis, dapet benih gratis, kenalan sama orang- orang yang mungkin bisa ngedatengin gue rezeki (siapa tau kan), dapet bingkisan, dan jika takdir sudah berbicara dan menghendaki gue bisa ketemu sama jodoh gue (jauh amat dah ini pikiran ya) acara yang kaya gini (Agrinex Expo) itu kata dosen gue ada setiap tahun jadi tahun depan gue ikutan lagi harus pasti kudu dan dengan se-izin Allah yang Maha Kuasa pastinya.

Kayanya cerita gue sampe sini aja dulu kali ya, lumayan juga nih secara gue udah lama gak ngisi ini blog (di isi kalau di suruh dosen doang) semoga kalian suka sama ceerita gue. Have a Nice Read Guys XOXOXO 


-Riska R. Dewi-

Monday, November 3, 2014

Unsur-Unsur Cuaca

1.    Radiasi Matahari Energi
Radiasi matahari dinyatakan dalam satuan Watt per meter kuadrat (W/m2). Radiasi Matahari merupakan pancaran energi dari proses fusi atau penggabungan inti atom hidrogen dalam matahari menjadi atom hidrogen. Proses fusi ini menghasilkan energi yang berupa pancaran gelombang panjang yang diteruskan ke atmosfer bumi hingga kepermukaan. Proses ini lah yang menyebabkan energi panas matahari dapat dirasakan di atmosfer hingga permukaan bumi. Radiasi matahari merupakan faktor yang paling utama yang berperan dalam proses pembentukkan cuaca di atmosfer bumi karena dari radiasi mataharilah “panas” diperoleh untuk menjadi “penggerak” siklus-siklus di atmosfer yang menyebabkan perubahan cuaca dari waktu ke waktu. Dalam obervasi meteorologi synoptik (permukaan), radiasi matahari diamati dengan alat Solarimeter.

2.    Suhu Udara
Suhu udara adalah nilai derajat ‘ke-panas-an” dari udara pada suatu batasan ruang atau wilayah. Satuan suhu udara umumnya dinyatakan dalam derajat Celcius atau Kelvin dalam SI (Satuan Internasional). Suhu udara terjadi karena adanya aliran energi kalor dari radiasi matahari melalui gelombang panjang ke molekul-molekul udara di atmosfer dan molekul benda lainnya di permukaan bumi. Secara fisis kemampuan tiap molekul dalam menyerap dan menyimpan radiasi matahari berbeda-beda sehingga suhu molekul terbut berbeda pula.
Pemanasan udara dapat terjadi melalui dua proses pemanasan, yaitu pemanasan langsung dan pemanasan tidak langsung.
a.    Pemanasan secara langsung
Pemanasan secara langsung dapat terjadi melalui beberapa proses sebagai berikut:
1)    Proses absorbsi adalah penyerapan unsur-unsur radiasi matahari, misalnya sinar gama, sinar-X, dan ultra-violet. Unsur unsur yang menyerap radiasi matahari tersebut adalah oksigen, nitrogen, ozon, hidrogen, dan debu.
2)    Proses refleksi adalah pemanasan matahari terhadap udara tetapi dipantulkan kembali ke angkasa oleh butir-butir air (H2O), awan, dan partikel-partikel lain di atmosfer.
3)    Proses difusi Sinar matahari mengalami difusi berupa sinar gelombang pendek biru dan lembayung berhamburan ke segala arah. Proses ini menyebabkan langit berwarna biru.
b.    Pemanasan tidak langsung Pemanasan tidak langsung dapat terjadi dengan cara-cara berikut:
1)    Konduksi adalah pemberian panas oleh matahari pada lapisan udara bagian bawah kemudian lapisan udara tersebut memberikan panas pada lapisan udara di atasnya.
2)    Konveksi adalah pemberian panas oleh gerak udara vertikal ke atas.
3)    Adveksi adalah pemberian panas oleh gerak udara yang horizontal (mendatar).
4)    Turbulensi adalah pemberian panas oleh gerak udara yang tidak teratur dan berputar-putar ke atas tetapi ada sebagian panas yang dipantulkan kembali ke atmosfer.

3.    Tekanan
Tekanan secara fisis didefinisikan sebagai gaya per satuan luas (F/A). Tekanan udara adalah gaya yang bekerja pada molekul-molekul udara per satuan luasan kolom. Tekanan udara terjadi karena molekul-molekul udara pada suatu kolom mengalami gaya berat akibat adanya gaya tarik bumi. Sedangkan, perubahan tekanan udara terjadi karena adanya perbedaan suhu pada suatu kolom udara yang menyebabkan perbedaan pemuaian udara sehingga tekanan udaranya pun berbeda.
Satuan ukuran tekanan udara adalah milibar (mb) atau hector-pascal (HPa). 1 mb = 1 Hpa = 3/4 mmHg (tekanan air raksa) atau 1.013 mb = 76 cm Hg = 1 atmosfer
Tekanan udara berbeda pada setiap tempat tergantung pada intensitas atau lama penyinaran matahari, ketinggian, dan letak lintang suatu tempat. Semakin tinggi elevasi suatu tempat semakin rendah tekanan udara di tempat itu. Hal ini terjadi karena massa udara terpusat pada daerah yang memiliki elevasi yang rendah akibat gaya gravitasi sehingga pada daerah yang memiliki elevasi yang lebih tinggi, massa udara dalam satuan kolomnya lebih ringan daripada di daerah yang elevasinya rendah. Dengan demikian tekanan udara akan lebih rendah pada daerah yang memiliki elevasi lebih tinggi.
Pada daerah lintang tinggi, tekanan udara di daerah itu sangat dipengaruhi oleh suhu udara akibat peredaran semu matahari terhadap garis lintang bumi. Misal, pada bulan Desember di belahan bumi bagian selatan didominasi oleh daerah bertekanan lebih rendah daripada di belahan bumi utara karena pergerakan semu matahari pada bulan desember berada di sekitar daerah 230LS dan begitu juga sebaliknya.
Untuk standar tekanan udara didasarkan pada tekanan permukaan laut (mean sea level pressure) yaitu sebesar 1013,25 mb. Tekanan udara dalam observasi meteorologi, diukur dengan alat barometer aneroid maupun barometer air raksa. Perubahan tekanan udara dari waktu ke waktu sangat berpengaruh terhadap perubahan kondisi  cuaca karena akan menimbulkan gangguan-gangguan cuaca mulai dari skala lokal sampai skala global. Informasi tekanan udara juga sangat penting dalam  kegiatan penerbangan.

4.    Angin
Angin secara umum diartikan sebagai pergerakkan massa udara karena terjadinya perbedaan tekanan udara pada tempat yang berbeda. Pada pengamatan Meteorologi, angin diamati dalam unsur kecepatannya dan arah datangnya angin. Satuan kecepatan angin yang umum digunakan dalam observasi meteorologi adalah knots (Northicalmiles) dan satuan arah angin dinyatakan dalam derajat.
Angin yang diamati dalam meteorologi adalah angin pada permukaan dan angin-angin pada tiap lapisan udara vertikal. Angin permukaan diamati dari ketinggian kurang lebih 10 meter dari permukaan tanah dengan asumsi tidak ada obstacles (benda penghalang) yang berjarak lebih dari dua kali ketinggian benda tersebut. Sedangkan angin pada lapisan udara vertikal (angin udara atas) diukur dengan metode pilot balon dan saat ini juga sudah banyak digunakan radio sounding (RASON) secara otomatis.
Angin, ditinjau dari segi skala meteorologi dapat dibagi menjadi :
a.    Angin skala lokal. contohnya angin darat, angin laut, angin fohn, angin lembah, angin gunung.
b.    Angin skala regional. contohnya angin monsoonal
c.    Angin skala global. contohnhya angin Passat.

5.    Penguapan
Penguapan atau evaporasi adalah peristiwa berubahnya air menjadi uap air. Penguapan dipengaruhi oleh penyinaran matahari, suhu, tekanan dan keadaan angin. Pada observasi meteorlogi synoptik penguapan diukur dengan evaporimeter dalam satuan millimeter.

6.    Kelembaban Udara Relatif (RH)
Kelembaban udara relatif adalah keadaan yang menunjukkan jumlah uap air yang terkandung dalam udara jenuh pada tekanan uap jenuh.

7.    Keadaan awan
Awan terbentuk karena proses penguapan di permukaan bumi. Namun, awan tidak selalu terbentuk di setiap daerah yang terjadi penguapan yang besar. Hal ini karena adanya pengaruh angin dan arus subsidensi di daerah itu.
Awan menurut tinggi dasarnnya dibagi menjadi 3 yaitu:
1.  Awan tinggi
Awan yang termasuk kategori ini yaitu awan Cirrus, awan Cirrocumulus, awan Cirrustratus.
2.  Awan menengah
Awan yang termasuk kategori ini yaitu awan Altostratus, awan Altocumulus, dan awan Nimbustratus.
3. Awan rendah
Awan yang termasuk dalam kategori ini yaitu awan Cumulus, awan Stratus, awan Stratocumulus, dan awan Cumulonimbus.
Awan menurut bentuknya dibagi menjadi dua, yaitu:
1.    Awan Cumuloformis
Awan yang memiliki bentuk bergumpal-gumpal ssehingga memungkinkan awan ini memiliki ketinggian dasar yang rendah dan tinggi puncak yang menjulang tinggi.
2.    Awan stratoformis
Awan yang berbentuk lembaran atau lapisan yang merata dan cenderung homogen. Awan ini tidak memiliki tinggi puncak awan karena lapisan atas awan ini sulit diketahui ketinggiannya akibat terturup lapisan dibawahnya.
Dalam awan-awan konvektif seperti awan cumulonimbus terjadi proses dinamika awan yang berupa arus updraft dab downdraft yang sering kali membahayakan kegiatan penerbangan, oleh karena itulah pengamatan tentang adanya awan jenis ini sangat diperlukan.
Kandungan pada awan didominasi uap air dalam keadaan yang jenuh (RH>95%) kecuali pada awan-awan tinggi dan puncak awan cumulonimbus (berlandasan) yang didominasi oleh kristal-kristal es.

Thursday, October 16, 2014

Klasifikasi Iklim

Riska Rosmala Dewi
14104004
Agroekoteknologi, Fakultas Bioindustri Universitas Trilogi

Iklim Matahari
Yaitu iklim yang didasarkan atas perbedaan panas matahari yang diterima permukaan bumi. Daerah yang berada pada lintang tinggi lebih sedikit memperoleh sinar matahari, sedangkan daerah yang terletak pada lintang rendah lebih banyak menerima sinar matahari, berdasarkan iklim matahari terbagi menjadi: iklim tropik; iklim sub tropik; iklim sedang dan iklim dingin/ kutub.
Iklim Koppen
Wladimir Koppen seorang ahli berkebangsaan Jerman yang membagi iklim berdasarkan curah hujan dan temperature mendai lima tipe iklim :
1.      Iklim A, yaitu iklim hjan tropis, dengan cirri temperature bulanan rata-rata lebih dari 18̊ C, suhu tahunan 20̊ C – 25 ̊C dengan curah hujan bulanan lebih dari 60mm.
2.      Iklim B, yaitu iklim kering/gurun, dengan cirri curah hujan lebih kecil daripada penguapan, daerah ini terbagi menjadi iklim stepa dan gurun.
3.      Iklim C, yaitu iklim dingin, dengan ciri temperature bulan terdingin -3̊ C - 18̊ C, daerah ini terbagi menjadi :
·         Cs (iklim sedang laut dengan musim panas yang kering)
·         Cw (iklim ssedang laut dengna musim dingin yang kering)
·         Cf (iklim sedang darat dengan hujan dalam semua bulan)
4.      Iklim D, yaitu iklim dingin, dengan cirri temperature bulan terdingin kurang dari 3̊ C dan temperature bulan terpanas lebih dari 10̊ C, daerah ini terbagi menjadi Dw, Df
·         Dw adalah iklim sedang (darat) dengan musim dingin yang kering
·         Df adalah iklim sedang (darat) dengan musim dingin yang lembab.
5.      Iklim E, yaitu iklim kutub, dengan ciri bulan terpanas temperaturnya kurang dari 10̊ C daerah ini terbagi menjadi :
·         ET iklim tundra
·         DF iklim salju
Iklim Schamidt – Ferguson
Schamidt dan Ferguson membagi iklim berdasarkan banyaknya curah hujan pada tiap bualan yang dirumuskan sebagai berikut : http://www.ilmuku.com/file.php/1/Simulasi/mp_214/images/hal14.jpg                                                                    
Di Indonesia terbagi menjadi 8 tipe iklim :
a.       Kategori sangat basah, nilai Q = 0 – 14,3 %
b.      Kategori basah, nilai Q = 14,3 – 33,3 %
c.       Kategori agak basah, nilai Q = 33,3 – 60%
d.      Kategori sedang, nilai Q = 60 – 100%
e.       Kategori agak kering, nilai Q = 100 – 167%
f.       Kategori kering, nilai Q = 167 – 300%
g.      Kategori sangat kering, nilai Q = 300 – 700%
h.      Kategori luar biasa kering, nilai Q = lebih dari 700%
Klasifikasi Iklim Oldeman
Oldeman membagi iklim menjadi 4 tipe iklim yaitu :
·         Ikllim A, iklim yang memiliki bulan basah lebih dari 9 kali berturut-turut
·         Iklim B, iklim yang memiliki bulan basah 7-9 kali berturut-turut
·         Iklim C, iklim yang memiliki bulan basah 5-6 kali berturut-turut
·         Iklim D, iklim yang memiliki bulan basah 3-4 kali berturut-turut
Berdasarkan urutan bulan basah dan kering dengan ketentuan tertentu diurutkan sebagai berikut :
a.       Bulan basah bila curah hujan lebih dari 200mm
b.      Bulan lembab bila curah hujan 100 – 200 mm
c.       Bulan kering bila curah hujan kurang dari 100 mm
A.    Jika terdapat lebih dari 9 bulan basah berurutan
B.     Jika terdapat 7-9 bulan basah berurutan
C.     Jika terdapat 5-6 bulan basah berurutan
D.    Jika terdapat 3-4 bulan basah berurutan
E.     Jika terdapat kurang dari 3 bulan basah berurutan
Pada dasarnya criteria bulan basah dan bulan kering yang dipakai Oldeman berbeda dengan yang digunakan oleh Koppen atau Schamidt – Ferguson. Bulan basah yang digunakan Oldeman adalah sebagai berikut : bulan basah apabila curah hujan lebih dari 200 mm. bulan lembab apabila curah hujannya 100 – 200 mm. bulan kering apabila curah hujannya kurang dari 100 mm.
Klasifikasi Iklim Yunghunh
Pembagian iklim didasarkan pada ketinggian tempat yang ditandai dengan jenis vegetasi, zona iklimnya terbadi menjadi 5 zona :
a.       Zona iklim panas. Ketinggian 0 – 700 m, suhu rata-rata tahunan lebih 22 ̊C (padi, jagung, tebu, dan kelapa)
b.      Zona iklim sedang. Ketinggian 700 – 1500 m, suhu rata-rata tahunan antara 15 – 22 ̊C (kopi, teh, kina dan karet)
c.       Zona iklim sejuk. Ketinggian 1500 – 2500 m, suhu rata-rata tahunan 11 – 15 ̊C (cocok untuk tanaman holtikultura)
d.      Zona iklim dingin. Ketinggian 2500 – 4000 m, dengan suhu rata-rata 11 ̊C (zona ini tumbuhan yang ada berupa lumut)
e.       Zona iklim salju tropis. Ketinggian lebih dari 4000 m dari permukaan laut, di daerah ini tidak terdapat tumbuhan


  

Friday, October 3, 2014

Cuaca dan Iklim

Riska Rosmala Dewi
14104004
Agroekoteknologi – Universitas Trilogi
Cuaca dan Iklim
Cuaca adalah keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang relatif sempit dan pada jangka waktu yang singkat. Cuaca itu terbentuk dari gabungan unsur cuaca pada jangka waktu cuaca bisa hanya beberapa jam saja. Misalnya: pagi hari, siang hari atau sore hari, dan keadaannya bisa berbeda-beda untuk setiap tempat serta setiap jamnya. Di Indonesia keadaan cuaca selalu diumumkan untuk jangka waktu sekitar 24 jam melalui prakiraan cuaca hasil analisis Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), Departemen Perhubungan. Untuk negara-negara yang sudah maju   perubahan cuaca sudah diumumkan setiap jam dan sangat akurat (tepat).
            Iklim adalah keadaan cuaca rata-rata dalam waktu satu tahun yang penyelidikannya dilakukan dalam waktu yang lama (minimal 30 tahun) dan meliputi wilyah yang luas.
            Matahari adalah kendali iklim yang sangat penting dan sumber energi di bumi yang menimbulkan gerak udara dan arus laut. Kendali iklim yang lain, misalnya distribusi darat dan air, tekanan tinggi dan rendah, massa udara, pegunungan, arus laut dan badai.
            Perlu anda ketahui bahwa ilmu yang mempelajari tentang iklim disebut Klimatologi, sedangkan ilmu yang mempelajari tentang keadaan cuaca disebut Meteorologi.
            Ada beberapa unsur yang mempengaruhi cuaca dan iklim, yaitu:
1.      Suhu Udara
Suhu udara adalah keadaan panas atau dinginnya udara. Alat untuk mengukur suhu udara atau derajat panas disebut thermometer. Biasanya pengukuran dinyatakan dalam skala Celcius (C), Reamur (R), dan Fahrenheit (F). Suhu udara tertinggi di muka bumi adalah di daerah tropis (sekitar ekuator) dan makin ke kutub, makin dingin. Faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya suhu udara adalah lama penyinaran matahari, sudut datang matahari, relief permukaan bumi, banyak sedikitnya awan, perbedaan letak lintang.
2.      Tekanan Udara
Kepadatan udara tidak sepadat tanah dan air. Namun udarapun mempunyai berat dan tekanan. Besar atau kecilnya tekanan udara dapat diukur dengan menggunakan barometer. Tekanan udara menunjukan tenaga yang bekerja untuk menggerakan masa udara dalam setiap satuan luas tertentu. Tekanan udara semakin rendah apabila semakin tinggi dari permukaan laut. Daerah yang banyak menerima panas matahari, udaranya akan mengembang dan naik. Oleh karena itu, daerah tersebut bertekanan udara rendah. Sedangkan gerakan udara dinamakan angin.
3.      Kelembaban Udara
Di udara terdapat uap air yang berasal dari penguapan samudra (sumber yang utama). Sumber lainnya berasal dari danau, sungai, tumbuhan, dsb. Makin tinggi suhu udara, makin banyak uap air yang dapat dikandungnya. Alat untuk mengukur kelembaban udara dinamakan hygrometer atau psychrometer.
4.      Curah Hujan
Curah hujan yaitu jumlah air hujan yang turun pada suatu daerah dalam waktu tertentu. Alat untuk mengukur curah hujan disebut Rain gauge. Faktor yang memengaruhi curah hujan adalah bentuk medan/topografi, arah lereng medan, arah angin yang sejajar dengan garis pantai, jarak perjalanan angin di atas medan datar. Sedangkan hujan sendiri adalah peristiwa sampainya air dalam bentuk cair maupun padat yang dicurahkan dari atmosfer ke permukaan bumi.
5.      Awan

Awan ialah kumpulan titik-titik air/kristal es di dalam udara yang terjadi karena adanya kondensasi/sublimasi dari uap air yang terdapat dalam udara. Awan yang menempel di permukaan bumi disebut kabut.